Laman

Sabtu, 27 Oktober 2012

Cintai Indonesia

para pembaca semuanya apa lagi kalau rakyat indonesia tentunya bangga memiliki negara yang kaya dengan alam ini.. sekarang intinya hanya kepada kita bagaimana mengelola dan mengolahnya menjadi sesuatu pendapatan bagi negara kita. begitu banyak sekali keindahan dan sumber alam yang masih tersimpan.. dan begitu banyak kebudayaan yang harus kita pertahankan dan lestarikan agar tidak diambil oleh bangsa lain. kita adalah bangsa yang kaya akan alam,kaya akan hasil alam,kaya akan kebudayaan. kita harus mencintai negeri ini dengan mencoba belajar lebih giat agar suatu saat negeri ini menjadi negeri yang maju dan sejahtera seperti yang diigninkan semua orang.

Banyaknya Penyakit zaman sekrang karena makanan

Para pembaca.. saat ini banyak sekali berbagai macam penyakit yang sangat berbahaya yang ada dikarenakan makanan yang kita konsumsi. oleh karena itu jika kita ingin membeli makanan. apa agi makanan di tepi jalan kita harus benar benar teliti dan hati-hati , bahkan ada makanan yang berasal dari hal yang tidak layak lagi tapi masih diproduksi lalu kita konsumsi. oleh karena itu semua juga tergantung kepada kita bagaimana kita berhati-hati.

Replikasi virus

Untuk berkembangbiak, virus memerlukan lingkungan sel yang hidup. Virus hanya dapat berkembang biak (bereplikasi) pada medium yang hidup (embrio, jaringan hewan, jaringan tumbuhan). Karena virus tidak memiliki sistem enzim dan tidak dapat bermetabolisme, maka virus tidak dapat melakukan reproduksi sendiri. Untuk berkembangbiak mereka harus menginfeksi sel inang. Ada dua macam cara menginfeksi virus yaitu fase litik dan fase lisogenetik. Berikut akan diuraikan kedua macam daur hidup virus terutama penginfeksi bakteri dan fage.
a. Daur litik, virus akan menghancurkan sel hospes setelah berhasil melakukan replikasi. Adapun tahapanya sebagai berikut:
1) Fase adsorbsi
Fase adsorbsi ditandai dengan melekatnya ekor virus pada dinding sel bakteri. Virus menempel hanya pada tempat-tempat khusus, yakni pad permukaan dinding sel bakteri yang memiliki protein khusus yang dapat ditempeli protein virus. Menempelnya virus pada protein diding sel bakteri itu sangat khas, mirip kunci dan gembok. Virus dapat menempel pada sel-sel tertentu yang diinginkan karena memiliki reseptor pada ujung-ujung serabut ekor. Setelah menempel, virus mengeluarkan enzim lisozim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri dan sel inang.
2) Fase injeksi
Setelah terbentuk lubang, kapsid virus berkontraksi untuk memompa asam nukleatnya (DNA dan RNA) masuk kedalam sel. Jadi, kapsid virus tetap berada diluar sel bakteri. Jika telah kosong, kapsid lepas dan tidak berfungsi lagi.
3) Fase sintesis
Virus tidak memiliki “mesin” biosintetik sendiri. Virus akan menggunakan mesin biosintetik inang (misalnya bakteri) untuk melakukan kehidupanya. Karena itu, pengendali biosintetik bakteri yakni DNA bakteri, harus dihancur-hancurkan. Untuk itu DNA virus memproduksi enzim penghancur. Enzim penghancur akan menghancurkan DNA bakteri tapi tidak menghancurkan DNA virus. Dengan demikian bakteri tidak mampu mengendalikan mesin biosintetik sendiri.
DNA viruslah sangat berperan, DNA virus mengambil alih kendali kehidupan. DNA virus mereplikasikan diri berulangkali dengan jalan menkopi diri membentuk DNA virus dengan jumlah banyak. Selanjutnya DNA virus tersebut melakuakn sintesis protein virus yang akan dijadikan kapsid dengan menggunakn ribosom bakteri dan enzim-enzim bakteri. Jelasnya, didalam sel bakteri yang tidak berdaya itu disintesis DNA virus dan protein yang akan dijadikan sebagai kapsid virus, dalam kendali DNA virus.
4) Fase perakitan
Kapsid yang disintesis mula-mula terpisah-pisah antara bagian kepala, ekor, dan serabut ekor. Bagian-bagian kapsid itu dirakit menjadi menjadi kapsid virus yang utuh, kemudian DNA virus masuk didalamnya. Kini terbentuklah tubuh virus yang utuh. Jumlah virus yang tebentuk 100-200 buah.
5) Fase litik
Ketika perakitan virus selesai, virus telah memproduksi enzim lisozim lagi, yakni enzim penghancur yang akan menghancurkan dinding sel bakteri. Dinding sel bakteri hancur, dinding sel bakterimengalami lisis (pecah), dan virus-virus baru akan keluar untuk mencari inang yang lain. Fase ini merupakan fase lisisnya sel bakteri namun bagi virus merupakan fase penghamburan virus.
Penelitian pada fag yang menyerang bakteri Esherichia coli menunjukkan bahwa ada virus yang mengakibatkan bakteri mengalami lisis dan ada yang tidak. Virus T4 mengakibatkan bakteri mengalami lisis dan karenanya daur hidup virus tersebut disebut sebagai daur litik.
Gambar Daur litik profag T4

b. Daur lisogenik, virus tidak menghancurkan sel bakteri.
1) Fase adsobsi
Uraian yang sama dengan fase litik
2) Fase injeksi
Uraian yang sama dengan fase litik
3) Fase penggabungan
Ketika memasuki fase injeksi, DNA virus masuk kedalam tubuh bakteri. Selanjutnya, DNA bakteri atau melakukan penggabungan. DNA bakteri berbentuk silkuler, yakni seperti kalung yang tidak berujung dan berpangkal. DNA tersebut berupa benang ganda yang terpilin. Mula-mula DNA bakteri putus, kemudian DNA virus menggabungkan diri diantara benang yang putus tersebut, dan akhirnya membentuk DNA sikuler baru yang telah disisipi DNA virus. Dengan kata lain, didalam DNA bakteri terknadung DNA genetik Virus.
4) Fase pembelahan
Dalam keadaan tersebut itu, DNA virus tidak aktif, yang dikenal sebagai profag. Karena DNA virus menjadi satu dengan DNA bakteri, maka jika DNA bakteri melakukan replikasi, profag juga ikut melakukan replikasi. Misalnya saja jika bakteri akan membelah diri, DNA menhkopi diri dengan proses replikasi. Dengan proses replikasi. Dengan demikian profag juga ikut terkopi. Terbentuklah dua sel bakteri sebagai hasil pembelahan dan didalm setiap sel anak bakteri tekandung profag yang identik. Demikian seterusnya hingga proses pembelahan bakteri berlangsung berulangkali sehingga setiap sel bakteri yang terbentuk didalam terkadung profag. Dengan demikian jumlah profag mengikuti jumlah sel bakteri yang ditumpanginya.
5) Fase sintesis
karena radiasi atau pengaruh zat kimia tertentu profag taktif. Profag tersebut memisahkan diri dari DNA bakteri, kemudian menghanacurkan DNA bakteri. Selanjutnya, DNA virus mengadakan sintesis yakni mensintesis protein untuk digunakan sebagi kapsid bagi virus-virus baru dan juga melakukan replikasi DNA sehingga DNA virus menjadi banyak.
6) Fase perakitan
Kapsid-kapsid dirakit menjadi kapsid virus yang utuh, yang berfungsi sebagai selubang virus. Kapsid yang terbentuk mencapai 100-200 kapsid baru. Selanjutnya DNA hasil replikasi masuk ke dalamnya guna membentuk virus yang baru.
7) Fase litik
Setelah terbetuk virus-virus baru terjadilah lisis sel bakteri (uraian sama dengan daur litik). Virus-virus yang terbentuk berhamburan keluar sel bakteri guna menyerang bakteri baru. Dalam daur selanjutnya virus dapat mengalami daur litik atau daur lisogenik.
Gambar 2.3 Reproduksi virus secara litik dan lisogenetik



Cara Cepat Belajar Gitar

Hai pembaca sekalian pada saat ini saya mau posting tentang gimana caranya supaya bisa cepat pandai belajar gitar yang pertama tentu kita sudah punya gitarnya dulu dan gitarnya sudah di stel dengan benar lalu teman bisa ikuti langkah berikut
1. Belilah buku gitar tentang kunci kunci gitar atau minta tolong kepada teman untuk menunjukkan bagaimana bentuk kunci-kunci yang benar lalu
2. Belajarlah mengasah kemampuan dengan rutin memainkan gitar memang awalnya pasti bunyinya kacau tapi bersabarlah dan giatlah belajar
3. jika sudah pandai 1 atau lebih kunci gitar sekarang belajarlah memindahkannya dari kunci yang 1 ke kunci yang lainnya contoh dari kunci A ke kunci D
4. setelah sudah pandai anda bisa mencobakannya dengan lagu yang anda anggap mudah dan bisa anda nyanyikan cobalah kuasai lagu tersebut jika sudah lakukanlah hal yang sama terhadap lagu yang lain
5. selalu asah kemampuan dan berlatih
itu lah sedikit tips dari saya semoga bermanfaat

Jumat, 26 Oktober 2012

Cara Berhemat dan Mencari Alat alternatif yang ramah lingkungan

Hai para pembaca semua kali ini saya mau berbagi pemikiran kepada semuanya kali ini mengenai sumber alternatif untuk kehidupan kita yang ramah lingkungan . pasti kita kadang-kadang berfikir banyak bahan bakar minyak dan sebagainya yang mengakibatkan tingkat polusi yang sangat tinggi dan kita sebenarnya juga akan sadar bahwa minyak,gas atau bahan bakar yang diambil dari perut bumi suatu saat akan habis pula namun ada juga yang berfikir kenapa ? sumber kekuatan yang takkan pernah habis dan ramah lingkungan tak kita gunakan semaksimal mungkin ? kenapa kita tak berfikir bahwa sumber itu kita gunakan dan kita cari tau lebih lanjut agar kita dapat menggunakannya lebih baik lagi ? contohnya seperti cahay matahari yang tak akan pernah habis . bagaimana jika kita bisa menemukan .. atau menyimpan nya menjadi sebuah energi didalam suatu tempat atau tabung atau sesuatu lalu dapat kita gunakan unntuk memasak dan untuk bahan bakar kendaraan.. saya rasa hal ini pasti ebih ramah lingkungan.. hal ini sama dengan yang kita impikan menggunakan cahaya sebagai sumber untuk kebutuhan.. dan bagaimanakah dengan listrik yang takkan ada habis-habisnya kita gunakan.. seperti sekarang ini sudah ditemukan alat masak dengan listrik dan kendaraan dengan listrik.. bagaimana kah jika hal ini dikembangkan lebih lanjut ? pasti akan lebih baik bukan ? akan mengurangi dampak globalisasi dan polusi.. dan pasti akan lebih baik lagi..

Cara Memajukan Suatu Bangsa


Hai para pembaca kali ini saya hadir ingin menyampaikan cara dan usaha agar suatu bangsa atau negara itu bisa maju sebenarnya ada 1 hal kunci utama yang harus dicapai sebelum masuk ke usaha agar suatu bangsa itu maju yang pertama adalah keinginan rakyat nya untuk maju memang sulit sekali memperbaiki suatu bangsa yang sudah kacau atau sudah banyak permasalahan.. sebenarnya 1 hal kuncinya yaitu adalah memberikan contoh yang baik pada generasi penerus.. memang akan lama dampak keuntungan yang akan dirasakan namun suatu waktu hal ini akan dirasakan juga jika generasi penerus suatu bangsa diajarkan untuk jujur,mandiri,memiliki rasa sayang kepada lingkungan,peduli terhadap sesama,tolong menolong dan kreatif arti kreatif disini adalah mampu menyampaikan appresiasi idenya.. jika hal ini ditanamkan pada generasi penerus khususnya ditanamkan dari kecil secara menyeluruh maka insya allah pada saat generasi itu maka bangsa itu akan berubah seakan waktu berjalan.. jika kita generasi sekarang tak bisa merubahnya maka kita sebagai generasi sekarang dapat merubahnya dengan berusaha merubah generasi selanjutnya kearah yang lebih baik dengan memberikan hal hal positif terhadapnya

Cara Mengurangi Dampak Globalisasi

Saat ini teknologi semakin tinggi.. apa lagi zaman sekarang.. banyak kita sebagai pengguna kadang lupa dan hanya melihat keuntungan teknologi untuk diri sendiri dan tidak mementingkan dampaknya bahwa secara tak langsung telah merusak alam ini oleh karena itu menurut saya Satria Siddik.. memberi pendapat bahwa Globalisasi dampaknya dapat kita kurangi jika kita memiliki kemampuan dan mengurangi hasrat kita untuk menggunakan barang teknologi itu... sebenarnya hal ini harus dilakukan sebagai kita penduduk dunia.. tanpa kita sadari bumi ini semakin lama semakin panas.. didaerah saya dulu yang daerahnya dingin sekarang menjadi sangat panas ketika matahari terik.. hal ini perlu kita sadari dan saya harap bagi yang membaca dapat sadar bahwa lingkungan ini harus kita jaga... berikut adalah cara intuk mengurangi dampak Globalisasi
1. Melakukan penanaman Pohon agar mengurangi polusi udara dan lain-lain
2. Mengurangi penggunaan Ac karena Ac mengandung zat yang dapat menghancurkan lapisan Ozon
3. Mengurangi penggunaan alat transportasi yang berbahan bakar minyak yang sangat boros dan mempunyai asap hitam yang pekat . ini sangat mempengaruhi.. saya harap pemerintah melihat hal ini dan memeriksa semua kendaraan yang berlaju di jalan apa bila ada maka diharapkan kepada yang punya alat transportasi itu agar memperbaiki atau memakai alat alternatif lain

Dan hal yang sangat penting adalah tinggat peduli rakyat terhadap lingkungan.. kita harus biasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya dan bisakan hidup bersih.. Jika kita sudah sadar dan peduli terhadap lingkungan kita maka suatu saat kita akan merasakan dampak baiknya memang akan cukup lama namun jika kita bersabar dan terus berusaha dan mencintai alam ini ..